Access Denied

//


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Percobaan
Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu jaringan komunikasi data berbasis wireless

1.2. Landasan Teori

1.      Arduino UNO


Gambar 1.1 Arduino
Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroler yang didasarkan pada ATmega328 (datasheet). Arduino UNO mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah computer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan baterai untuk memulainya.

 Instruksi Dasar Pemrograman Arduino
Arduino menggunakan pemrograman standar Arduino yang mirip dengan bahasa C.
Struktur
Setiap program Arduino (disebut sketch) mempunyai dua buah fungsi yang harus ada.
     a. void setup( ) { } 
Semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika program Arduino dijalankan  pertama kalinya.
     b. void loop( ) { } o Fungsi ini akan dijalankan setelah setup (fungsi void setup) selesai. Setelah dijalankan satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus sampai catu daya (power) dilepaskan. Syntax

2.        Sensor TSOP
Infra red (IR) detektor atau sensor infra merah adalah komponen elektronika yang dapat mengidentifikasi cahaya infra merah (infra red, IR). Sensor infra merah atau detektor infra merah saat ini ada yagn dibuat khusus dalam satu module dan dinamakan sebagai IR Detector Photomodules. IR Detector Photomodules merupakan sebuah chip detektor inframerah digital yang di dalamnya terdapat fotodiode dan penguat (amplifier). IR Detector Photomodules yang digunakan dalam perancangan robot ini adalah jenis TSOP (TEMIC Semiconductors Optoelectronics Photomodules). TSOP ini mempunyai berbagai macam tipe sesuai dengan frekuensi carrier-nya, yaitu antara 30 kHz sampai dengan 56 kHz. Tipe-tipe TSOP beserta frekuensi carrier-nya dapat dilihat pada lampiran data sheet.

Bentuk Dan Konfigurasi Pin IR Detector Photomodules TSOP

Konfigurasi pin infra red (IR) receiver atau penerima infra merah tipe TSOP adalah
·         Output (Out)
·         Vs (VCC + 5 volt DC)
·         Ground (GND)

Sensor penerima inframerah TSOP (TEMIC Semiconductors Optoelectronics Photomodules) memiliki fitur-fitur utama, seperti berikut.
·         Fotodiode dan penguat dalam satu chip
·         Keluaran daya rendah
·         Konsumsi daya rendah
·         Mendukung logika TTL dan CMOS
Detektor infra merah atau sensor inframerah jenis TSOP (TEMIC Semiconductors Optoelectronics Photomodules) adalah penerima inframerah yang telah dilengkapi filter frekuensi 30-56 kHz, sehingga penerima langsung mengubah frekuensi tersebut menjadi logika 0 dan 1. Jika detektor inframerah (TSOP) menerima frekuensi carrier tersebut, maka pin keluarannya akan berlogika 0. Sebaliknya, jika tidak menerima frekuensi carrier tersebut, maka keluaran detektor inframerah (TSOP) akan berlogika 1.


BAB II
PERCOBAAN

2.1. Alat dan Bahan
a.       Arduino Uno
b.      Sensor TSOP
c.       Remote TV
d.      Jaringan Wifi
  
3.2. Gambar dan Perancangan alat




Dari diagram blok pada gambar  di atas terlihat bahwa alat yang dirancang tediri dari beberapa bagian :
1.      Sensor TSOP
         Berfungsi untuk penerima sinyal inframerah.

2.      Kontroller
         Arduino Uno di interfacekan ke TSOP sebagai penerima sinyal untuk mengontrol pintu, lampu dan kipas.
  

BAB III
PERCOBAAN

3.1. Hasil Percobaan



Adapun jarak yang masih bisa terbaca oleh sensor TSOP adalah sepanjang 4 meter.

Untuk Keterangan :
Button 0 untuk menghidupkan LED 1
Button 1 untuk menghidupkan LED 2
Button 2 untuk menghidupkan LED 3
Button 3 unutk menghidupkan Kipas
Button 4 untuk menghidupkan semua LED
Button Power untuk membuka Pagar
Button Mute untuk menutup Pagar

3.2. Program

#include <IRremote.h>
int RECV_PIN = 11;
String IRButton1 = "38863BC0"; //num 0
String IRButton2 = "38863BE0"; //num 1
String IRButton3 = "38863BD0"; //num 2
String IRButton4 = "38863BF0"; //num 3
String IRButton5 = "38863BDA"; //mute
String IRButton6 = "38863BD2"; //power
String IRButton7 = "38863BC8"; //num 4
const int ledPin1 = 2;
const int ledPin2 = 3;
const int ledPin3 = 4;
const int ledPin4 = 5;
int kanan = 9; // PWM
int kiri = 10; // PWM

IRrecv irrecv(RECV_PIN);

decode_results results;
String BUTTONPRESSED;
int button1 = 0; //lampu 1
int button2 = 0; //lampu 2
int button3 = 0; //lampu 3
int button4 = 0; //kipas
int button5 = 0; //putar kiri
int button6 = 0; //putar kanan
int button7 = 0; // 1,2,3
void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  irrecv.enableIRIn(); // Start the receiver
  pinMode(ledPin1, OUTPUT);
  pinMode(ledPin2, OUTPUT);
  pinMode(ledPin3, OUTPUT);
  pinMode(ledPin4, OUTPUT);
  pinMode(kanan, OUTPUT);
  pinMode(kiri, OUTPUT);
}
void loop() {
  if (irrecv.decode(&results)) {
    Serial.println(results.value, HEX);
    BUTTONPRESSED = String(results.value, HEX);
    BUTTONPRESSED.toUpperCase();
    Serial.print("BUTTONPRESSED ");
    Serial.println(BUTTONPRESSED);
    //delay(1000);

    //lampu 1
    if (BUTTONPRESSED == IRButton1){
      if (button1 == 0){
        button1 = 1;
      }
      else
        button1 =0;
      if (button1 == 1){
        digitalWrite(ledPin1, HIGH);
      }
      else
        digitalWrite(ledPin1, LOW);
    }

    //lampu 2
    if (BUTTONPRESSED == IRButton2){
      if (button2 == 0){
        button2 = 1;
      }
      else
        button2 =0;
      if (button2 == 1){
        digitalWrite(ledPin2, HIGH);
      }
      else
        digitalWrite(ledPin2, LOW);
    }

    //lampu 3
    if (BUTTONPRESSED == IRButton3){
      if (button3 == 0){
        button3 = 1;
      }
      else
        button3 =0;
      if (button3 == 1){
        digitalWrite(ledPin3, HIGH);
      }
      else
        digitalWrite(ledPin3, LOW);
    }

    //kipas
    if (BUTTONPRESSED == IRButton4){
      if (button4 == 0){
        button4 = 1;
      }
      else
        button4 =0;
      if (button4 == 1){
        digitalWrite(ledPin4, HIGH);
      }
      else
        digitalWrite(ledPin4, LOW);
    }

    //Semua Lampu Hidup
    if (BUTTONPRESSED == IRButton7){
      if (button7 == 0){
        button7 = 1;
      }
      else
        button7 =0;
      if (button7 == 1){
        digitalWrite(ledPin1, HIGH);
        digitalWrite(ledPin2, HIGH);
        digitalWrite(ledPin3, HIGH);
    }
    }

    //kanan
      if (BUTTONPRESSED == IRButton5){
      if (button5 == 0){
        button5 = 1;
      }
      else
        button5 =0;
      if (button5 == 1){
        analogWrite(kanan,0);
        analogWrite(kiri, 30);
        delay(1000);
      }
      else
        analogWrite(kanan,0);
        analogWrite(kiri,0);
        delay(30);
    }
   
    //kiri
      if (BUTTONPRESSED == IRButton6){
      if (button6 == 0){
        button6 = 1;
      }
      else
        button6 =0;
      if (button6 == 1){
        analogWrite(kanan,35);
        delay(1000);
        analogWrite(kanan,0);
       
      }
      else
        analogWrite(kanan,0);
        analogWrite(kiri,0);
        delay(30);
    }
   
    irrecv.resume(); // Receive the next value
  }

}


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
            Adapun yang dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Dengan menggunakan remote untuk mengotrol rumah cerdas akan memudahkan pekerjaan. Tidak perlu lagi munggunakan switch untuk menghidupkan lampu atau pun mematikan kipas.
2.      Dengan menggunakan remote waktu dapat dipersingkat karena tidak perlu banyak berjalan-jalan untuk mematikan alat.
3.      Dengan menggunakan remote untuk membuka pagar akan memudahkan kita tanpa harus turun dari mobil.

4.2. Saran
            Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebelum membuat model pastikan dulu apa yang akan dikontrol. Hati-hati dalam pemasangan agar tidak terjadi konsleting pada alat. Pakai komponen seperlunya untuk menghemat biaya.
Read More …